Rabu, 25 Februari 2015

manfaat jambu semarang

Manfaat Jambu Dersono atau disebut juga dengan Jambu Bol dan juga jambu Jamaika adalah pohon buah kerabat jambu jambuan yang memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: berasal dari Malaka) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya.
Manfaat Jambu Dersono
Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air.
Manfaat Jambu Dersono untuk kulit
Jambu dersono kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan vitamin A. dalam 100 gram terdapat vitamin C hamper setara dengan jeruk mandarin yaitu sekitar 22 mg per 100 gram buah. Kandungan vitamin A-nya juga cukup tinggi, meskipun tidak setinggi jeruk mandarin tetapi jauh lebih tinggi daripada apel.
Selain untuk mempercantik kulit, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan sel, meningkatkan penyerapan asupan zat besi dan memperbaiki mutu sperma dengan cara mencegah radikal bebas yang merusak pembungkus sperma. Disamping sebagai antioksidan, vitamin C juga memiliki fungsi untuk menjaga dan memelihara kesehatan pembuluh kapiler serta kesehatan gigi dan gusi.
Vitamin A sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata, selain itu, vitamin A juga diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini desebabkan vitamin A dapat meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini disebabkan vitamin A dapat meningkatkan fungsi sel darah putih sebagai antibody dan antivirus.
Kulit batangnya digunakan sebagai obat seriawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.
Asal usul dan penyebaran Jambu Dersono
Asal usul pohon buah ini tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi jambu bol ditanam luas sejak lama di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Jawa. Karena manfaatnya, jambu bol kini ditanam di banyak negara tropis, termasuk di negara-negara Karibia seperti Jamaika serta Trinidad dan Tobago

manfaat jambu mete

Jambu Monyet (Anacardium Occidentale) atau biasa kita sebut dengan Jambu Mete/Mede merupakan tanaman buah yang umumnya dimanfaatkan buahnya untuk diolah menjadi bahan makanan ringan yang unik dan bercita rasa tinggi. Ya, jambu monyet merupakan sumber panganan terkenal di Indonesia, yaitu kacang mete/mede.
Tanaman asal Brazil ini, memiliki buah yang tergolong unik. Buah Jambu Monyet merupakan tangkai buah yang mengalami penggelembungan dan menjadi buah semu yang lunak. Teksturnya seperti buah peer dengan warna kuning dan sedikit noda kemerahan. Rasanya manis sepat dan berair juga berserat. Biji bulat panjang, melengkung pipih dan berwarna coklat tua. Biji inilah yang sering disebut kacang mete.
Selain bijinya, kayu pohon Jambu Monyet juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, peralatan rumah tangga dan kerajinan tangan. Daun mudanya dapat dijadikan lalapan (baik mentah maupun dikukus terlebih dahulu). Buah semu nya juga dapat langsung dimakan sebagai bahan rujak atau minuman. Kulit bijinya juga dapat diolah menjadi bahan pelumas, insektisida, pernis, dan plastik. Namun, kita harus berhati-hati dengan cairan kulit bijinya, karena mengandung Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), dimana kulit kita akan mengalamai pembengkakan serta peradangan bila terkena getah kulit bijinya tersebut.
Selain kegunaan diatas, tanaman jambu monyet juga memiliki khasiat yang menyehatkan.
Daunnya yang berbau aromatik, rasaya kelat, memiliki khasiat anti radang dan penurunan kadar glukosa darah. Tangkai daunny berfungsi sebagai pengelat. Bijinya berkhasiat sebagai pelembut kulit dan penghilang rasa nyeri (analgesik).Akarnya bermanfaat sebagai pencahar (laksatif). Kulit kayunya berbau tanah, rasanya kelat dana lama kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan memacu aktivitas enzim pencernaan.
Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan Jambu Mete antara lain: Sembelit (Kulit kayu), Kencing Manis (kulit kayu), Radang Tenggorokan (daging buah jambu monyet), Sariawan (Daun muda), Rematik/Tekanan darah tinggi (Daun jambu), Digigit ular berbisa (1 buah jambu mede utuh), Sakit gigi (biji mede).
Demikian segudang manfaat Jambu Monyet. Semoga dapat menambah referensi anda.
Berbagai Olahan Jambu Mete
Jambu mede atau jambu monyet (Anacardium occidentale) termasuk tumbuhan yang berkeping biji dua atau juga disebut tumbuhan berbiji belah. Nama yang tepat untuk mengklasifikasikan tumbuhan ini adalah tumbuhan yang berdaun lembaga dua atau disebut juga dikotil. Jambu monyet mempunyai batang pohon yang tidak rata dan berwarna coklat tua.Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk-lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berwarna putih. Bagian buahnya yang membesar, berdaging lunak, berair, dan berwarna kuning kemerah-merahan adalah buah semu. Bagian itu bukan buah sebenarnya, tetapi merupakan tangkai buah yang membesar. Buah jambu monyet yang sebenarnya biasa disebut mede (mente), yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras dan bijinya yang berkeping dua tersebut oleh kulit yang mengandung getah.
Kandungan nutrisi buah semu jambu mede per 100 gram:
  • Vitamin A 2.689 SI,
  • Vitamin C 65 gram,
  • Kalori 73 gram,
  • Protein 4,6 gram,
  • Lemak 0,5 gram,
  • Hidrat arang 16,3 gram,
  • Kalsium 33 miligram,
  • Fosfor 64 miligram,
  • Besi 8,9 miligram, dan
  • Air 78 gram.
Buah semu jambu mete dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan seperti anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, jem jambu mete, nata de casew dan sirup. Sirup jambu mete diperoleh dari pengepresan buah Buah jambu mete tanpa mengalami fermentasi.  Sirup buah semu jambu  bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung
vitamin C, tepat disajikan saat cuaca panas dan cocok sebagai minuman segar saat berbuka puasa.
Jem adalah makanan setengah padat yang terbuat dari buah-buahan dan gula dengan kandungan total padatan minimal 65 persen, berupa hancuran buah-buahan (misalnya diblender) dan mempunyai aroma dan rasa buah asli. Biasanya dimanfaatkan untuk olesan makan roti.
Berikut adalah beberapa olahan makanan berbahan baku jambu mede:
A. Pengolahan Gelondong Mete
Pemisahan Gelondong:
  • Gelondong dipisahkan dari buah semu secara manual,
  • Pisahkan antara gelondong yang kulitnya mengkilat dan tidak keriput,
  • Pisahkan antara gelondong yang besar dan kecil.
Pengeringan:
  • Gelondong yang telah disortasi segera dikeringkan dengan menjemur,
  • Penjemuran biasanya berlangsung selama 2 – 3 hari.
Pengepakan dan Penyimpanan:
  • Setelah dijemur, gelondong mete diangin-angin selama 24 jam, kemudian di pak dalam karung goni,
  • Gelondong dapat disimpan atau dapat dikirim ke pabrik atau ke pedagang pengumpul, dan eksportir,
  • Apabila gelondong akan disimpan, maka perlu disimpan dalam kaleng kedap udara.
Pengolahan Kacang Mete
Alat:
  • Kacip biasa atau kacip putar
  • Alat penyangrai
Bahan:
  • Gelondong mete
Cara Pengolahan
  • Pengupasan umumnya dilakukan secara manual dengan menggunakan kacip biasa atau kacip putar.
  • Untuk mempermudah pengacipan gelondong dapat digoreng / disangrai terlebih dahulu, baik dengan penggorengan maupun dengan alat penyangrai tromol berputar atau dapat juga dengan alat penyangrai buatan.
  • Pisahkan kulit ari dengan cara mengulitinya (untuk tingkat petani).
  • Sedangkan untuk tingkat eksportir kacang mete yang telah bersih dari kulit arinya disortasi untuk dikelompokan (grading) ked alam kacang utuh (whole), terbelah (split) dan yang pecah (broken).
B. Berbagai Pengolahan Buah Semu
1. Buah Segar:
  • Dalam jumlah yang relatif kecil buah semu dapat dijual langsung per butir, sebagai buah segar yang langsung dapat dimakan.
  • Buah semu dapat dimanfaatkan untuk kompos;
2. Sirup Jambu Mete
Bahan:
  • Buah semu jambu mete 1 kg = 25 – 30 buah. Untuk bahan sirup sebaiknya digunakan buah semu yang baru dipanen yang sebelumnya sudah dikukus atau direndam dalam larutan garam 2,5% selama 4 jam untuk menghilangkan rasa sepat dan gatal.
  • NaCl 20 gram,
  • Serbuk gelatin 2 gram,
  • Gula pasir 650-700 gram,
  • Asam sitrat 3 gram.
Cara pengolahan:
  • Buah semu jambu mete yang masak  dicuci dan dipilih yang baik, yang tidak cacat dan masih segar.
  • Buah dibelah 4 bagian kemudian direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) 2% selama 24 jam. Larutan garam 2%  dibuat dengan melarutkan 20 gram dapur ( ± 6 sendok teh garam ) dalam 1 liter air.
  • Setelah itu buah diangkat, dicuci dengan air kemudian ditiriskan.
  • Kukus selama 20 menit, dan dibiarkan sampai dingin.
  • Buah dipres dengan alat pengepres atau diperas dengan cara buah dibungkus dengan kain saring dan diperas dengan tangan.
  • Cairan sari buah yang dihasilkan kemudian ditampung dalam wadah dan disaring
  • Tambahkan serbuk gelatin 2 gram ke dalam cairan sari buah, lalu dipanaskan selama 10 menit sambil diaduk. Fungsi gelatin untuk mengikat kotoran halus yang kemudian menggumpal dan diendapkan.
  • Cairan kemudian disaring kembali untuk memisahkan endapan kotoran.
  • Tambahkan gula pasir 650 – 700 gram, dan serbuk asam sitrat 3 gram (atau sari buah jeruk nipis 4 butir). Asam sitrat ditambahkan untuk menghasilkan cita rasa yang enak dan harum.
  • Panaskan sambil diaduk 15 – 20 menit untuk melarutkan gula dan bahan lainnya.
  • Masukkan sirup yang telah jadi ke dalam botol lalu botol ditutup rapat kemudian dilakukan pasturisasi.
  • Pasteurisasi dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 60 – 70ยบ C selama 30 menit. Tujuan dari pasturisasi ini adalah untuk mematikan mikrobia-mikrobia bersifat patogen.
3. Pengolahan Anggur Mete
Alat:
  • Blender,
  • Kain blacu / flanel,
  • Tong kayu / wadah tahan karat.
Bahan:
  • Ammonium fosfat;
  • Asam sitrat
  • Larutan metabisulfit,
  • Vitamin B
  • Sari tauge
  • Larutan garam;
  • Putih telur;
  • Ragi (khamir Shacharmyces cereviceae).
  • Gula pasir dll,
Cara Pembuatan:
  • Dipilih buah mete yang telah matang optimal dan kondisinya baik dan segar,
  • Buah mete dicuci dengan air hangat atau larutan metabisulfit (untuk mengurangi kotoran dan mengurangi pencemaran jasad renik,
  • Buah mete direbus dalam larutan garam dapur lalu dicuci dengan air hangat (untuk menghilangkan sisa garam);
  • Buah mete dilumatkan blender sampai menjadi bubur lalu diperas dan sari buah yang keluar ditampung dalam wadah anti karat,
  • Sari buah dipasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60° – 70° C (pasteurisasi ini bertujuan untuk membunuh jasad renik);
  • Keasaman sari buah dibuat pada pH 4. Untuk itu, ke dalam sari buah ditambahkan ammonium fosfat, vitamin B dan asam sitrat,
  • Sari buah difermentasi dengan menambahkam khamir S. cereviceae, gula dan sari touge.
  • Hasil fermentasi berupa anggur setengah jadi. Anggur kemudian disaring dengan saringan halus atau flannel bersih beberapa kali sampai didapatkan anggur yang jernih. Endapan hasil penyaringan dibuang.
  • Pemanenan anggur dilakukan setelah 8 – 9 bulan dalam tong kayu atau wadah tahan karat;
  • Setelah pemanenan, dilakukan penjernihan kembali dengan menambahkan putih telur sebanyak 1,2 ml per liter anggur. Endapan anggur dapat digumpalkan dengan pemanasan pada suhu 70 ° C.
  • Anggur didinginkan dengan cepat, agar aromanya tajam. Selanjutnya anggur disaring kembali dan dimasukkan dalam botol yang telah direbus (supaya higiene).
4. Pengolahan Manisan Kering
Larutan garam
  • K-metabisulfit
  • Sirup gula
  • Asama sitrat
  • Natrium benzoat
Cara Pembuatan:
  • Dipilih buah mete yang telah tua, masak, dan tidak cacat;
  • Buah mete dicuci bersih dan pangkal buah dibuang. Untuk mendapatkan manisan yang baik adalah sebaiknya dipilih buah jambu mete yang masih utuh;
  • Setelah dicuci buah mete lalu direndam dalam larutan garam dapur dan ditambahkan K-metabisulfit;
  • Buah jambu mete dicuci kembali dengan air panas untuk menghilangkan sisa garam lalu di blanching (dicelupkan dalam air mendidih) dengan blanching warna buah lebih awet dan tidak menjadi hitam;
  • Campurkan sirup gula, dan asam sitrat (sebelumnya didihkan) dituangkan ke dalam wadah buah dan direndam;
  • Setelah proses perendaman selesai cairan gula dipisahkan dari buah lalu lakukan perendaman kedua;
  • Untuk mengantisipasi serangan jamur yang hanya tahan 1 minggu perlu penambahan pengawet seperti natrium benzoat atau asam sitrat;
  • Tahap terakhir dikeringkan dengan sinar matahari atau pengering buatan.
  • Setelah kering manisan siap dipasarkan.
5. Pengolahan Selai Mete
  • Dipilih buah mete yang telah tua, masak, dan tidak cacat;
  • Buah mete dicuci bersih dan pangkal buah dibuang;
  • Bagian pangkal dan ujung buah dihilangkan dan di-blanching;
  • Setelah itu buah dilumatkan hingga berupa bubur dengan waring blender lalu dijernihkan. Penjernihan dapat dilakukan dengan menyaring bubur buah mete dengan kain blacu atau dengan menambahkan putih telur ke dalamnya;
  • Untuk mengekstrak pektin yang terdapat dalam jaringan buah, bubur buah dididihkan dan dicampur dengan gula (bila ingin rasa selai seperti rasa keruk, maka dapat ditambahkan asam sitrat atau air jeruk nipis;
  • Adonan selai kembali dipanaskan dan diaduk-aduk hingga terbentuk selai kental.
6. Jem Jam Jambu Mete
  • Dipilih buah semu mete yang telah matang, tidak pecah atau tidak memar dan segar;
  • Buah mete dicuci dengan air mengalir agar kotoran tidak tertinggal dalam wadah atau bak pencucian;
  • Buah mete yang telah bersih direndam dalam larutan garam dapur, lalu dicuci dengan air hangat untuk membersihkan sisa-sisa garam;
  • Buah mete di-blanching lalu dilumatkan dengan waring blender hingga berupa bubur, setelah itu dimasak dengan gula dan dididihkan sampai kental.

manfaat jambu mawar

Vemale.com - Saat ini seperti Ladies ketahui, pengobatan alami sudah banyak ditinggalkan. Orang-orang lebih memilih pergi ke dokter secara langsung untuk mendapatkan pengobatan yang lebih cepat. Namun, tahukah Anda bahwa banyak jenis-jenis buah yang mungkin jarang kita ketahui tetapi memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Buah jambu mawar adalah salah satu contohnya. Sesuai informasi dari laman www.berbagifun.blogspot.com, buah jambu mawar dapat hidup di berbagai jenis tanah, sehingga banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Ladies, salah satu khasiat dari buah jambu mawar adalah untuk menyembuhkan penyakit cacar air. Seperti dilansir dari laman www.manfaatbuah.net, jambu mawar memiliki banyak kandungan penting bagi tubuh. Diantaranya adalah vitamin B, vitamin C, protein, lemak, karbohidrat, serat, karotena, pektin, saponin dan berbagai macam kandungan yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Apabila ada keluarga Ladies yang sedang sakit cacar air, jambu mawar dapat digunakan untuk mengobati cacar air dalam waktu yang singkat. Ladies dapat menumbuk daun buah jambu mawar hingga halus, lalu campurkan sedikit air dan usapkan keseluruh tubuh dan wajah penderita. Pengobatan alami dengan daun jambu mawar ini terbukti dapat menghilangkan cacar air dan dapat menyembuhkan bekas-bekas cacar air di kulit. Anda juga tidak perlu khawatir ketika mengusapkannya ke wajah, karena jambu mawar sama sekali tidak mempunyai efek samping berbahaya bagi kulit wajah.
Ladies, bagaimana pengobatan sederhana dengan jambu mawar ini, mudah bukan? Dengan begitu, apabila ada keluarga yang menderita cacar air, tidak perlu lagi mengantri ke dokter untuk mengobatinya, bukan?

manfaat jambu bol

Kandungan gizi jambu bol adalah terdiri dari serat, kalsium, fosfor, vitamin A, tiamin, riboflavin, asam askorbat dan niacin
JAKARTA, Jaringnews.com - Buah jambu bol rasanya segar dan baunya sangat harum. Dijadikan makanan buah segar yang disantap tanpa diolah. Terkadang buah jambu bol dijadikan bahan untuk membuat asinan atau rujak.

Di Indonesia penyebaran jambu bol terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Nama daerah jambu bol adalah jambu ripu (Aceh), dharsana (Madura), jambu bol (Sunda, batak, lampung), Myambu bol (Bali), Jambak/Jambu Bo (Minangkabau), jambu boa (Jambi) dan maufa (Nias).

Kandungan gizi pada Jambu Bol adalah terdiri dari serat, kalsium, fosfor, vitamin A, tiamin, riboflavin, asam askorbat, niacin.

Dengan kandungan tersebut, jambu bol banyak manfaat kesehatan, baik buah, daun, batang ataupun akarnya.

Air seduhan kulit kayu pohon jambu bol dapat meredakan sariawan, sedangkan bubuk dari daun keringnya bisa mengatasi luka di lidah.

Akarnya digunakan untuk mengobati gatal-gatal. Juga bersifat diuretik dan dapat mengatasi bengkak, meredakan disentri, peluruh haid dan bersifat abortif (penggugur).

Di Kamboja air seduhan daun, buah, dan bijinya dipakai untuk mengatasi demam. Jus daun mudanya digunakan sebagai pelembab kulit.

Di Brasil, seluruh bagian pohon jambu digunakan untuk mengobati sembelit, diabetes, batuk, sakit kepala, dan radang selaput lendir pada saluran napas. Biji, kulit kayu, dan daunnya menunjukkan aktivitas antibiotika dan memiliki efek terhadap tekanan darah dan pernapasan.

Jus daun jambu di Samoa digunakan untuk mengobati infeksi mulut. Ekstrak kulit kayunya digunakan untuk infeksi tenggorokan, sakit perut, daan gangguan lain pada pencernaan. Di Puerto Rico, wine (anggur) merah maupun putih dibuat dari jambu bol

manfaat jambu batu

memiliki nama latin Psidium guajava dan termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Di beberapa daerah di Indonesia, jambu biji dikenal dengan nama jambu siki atau jambu klutuk. Nama jambu klutuk diberikan karena ketika dimakan, bijinya keras berbunyi klutuk klutuk.

Buah jambu biji memiliki rasa yang manis meski ada juga yang rasanya sangat asam. Daging buahnya berwarna merah muda ada juga yang putih. Bijinya keras, sangat banyak dan kecil-kecil. Akan tetapi, sekarang ada varietas unggul dimana rasanya sangat manis dan hampir tanpa biji.


Kandungan Nutrisi Jambu Biji


Jambu biji sangat kaya vitamin C, lebih tinggi dari buah jeruk, dan jauh lebih tinggi daripada kiwi yang disebut-sebut sebagai rajanya vitamin C. Di samping serat, terutama pektin yang merupakan serat larut, jambu biji juga mengandung mineral seperti mangan dan magnesium, serta asam amino esensial seperti tryptophan. Juga fitokimia berkhasiat seperti asam elagat, asam linoleat, dan asam korbigen.

Kandungan Gizi dalam 100 gram buah jambu biji.
  • Energi 49 kal
  • Protein 0,9 g
  • Lemak (0,3) g
  • Karbohidrat 12,2 g
  • Serat 5,6 g
  • Kalsium 14 mg
  • Fosfor 28 mg
  • Zat Besi 1,1 mg
  • Vitamin A 25 IU
  • Vitamin B1 0,02 mg
  • Vitamin C 87 mg
  • Air 86 g
Sumber: Intisari Online

Manfaat dan Khasiat Buah Jambu Biji


Selain rasanya manis dan menyegarkan, ternyata buah jambu biji juga bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini beberapa khasiat dari jambu biji untuk kesehatan:

Menyembuhkan Infeksi

Berkat kandungan vitamin C-nya yang tinggi, buah ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bila dikonsumsi saat menderita radang tenggorok atau flu, akan mempercepat penyembuhan akibat infeksi.

Mencegah Kanker

Kandungan vitamin C yang tinggi serta senyawa flavonoid membuat jambu biji memiliki sifat antioksidan yang kuat yang mampu menghambat produksi nitrosamin, zat pemicu kanker. Vitamin C yang cukup dalam darah juga mendorong kerja selenium dalam menghambat sel kanker, terutama kanker paru-paru, prostat, payudara, dan usus besar. Likopen dalam jambu merah mampu menghambat oksidasi lemak sehingga mencegah kanker.

Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

Kadar kalium pada jambu biji membantu jantung berdetak lebih teratur. Kandungan asam elagat, asam linoleat, asam korbigen, dan juga serat mampu mengikat lemak sehingga menghindari terbentuknya plak, penyebab jantung koroner.

 Mengatasi Diabetes

Serat pektinnya mampu berperan menurunkan kadar glukosa darah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Jambu biji juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena kadar kaliumnya, juga seratnya yang mengikat lemak.

Antiradang dan Antivirus

Vitamin C-nya berperan membentuk kolagen yang bermanfaat untuk penyembuhan luka. Senyawa flavonoidnya memiliki kemampuan sebagai antiradang, antialergi, dan antivirus. 

Khasiat Lainnya

Menurut penelitian, daun jambu klutuk dapat membantu menaikkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah. Sedangkan buahnya yang kerap dijus lalu diberikan pada penderita demam berdarah tidak berkhasiat menaikkan kadar trombosit tetapi lebih sebagai suplai cairan yang banyak hilang akibat penurunan trombosit.

Itulah penjelasan mengenai manfaat dan khasiat serta kandungan nutrisi dalam jambu biji. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan

manfaat jambu air

Salah satu buah yang banyak dijumpai di pekarangan masyarakat, khususnya di Indonesia, adalah jambu air. Tanaman yang satu ini memang cukup mudah tumbuh khususnya di wilayah tropis macam Indonesia. Jambu biji sendiri merupakan anggota dari kerabat Myrtaceae dan dikabarkan berasal dari Asia Tenggara. Sama seperti namanya, jambu air ini memang memiliki kandungan air yang melimpah di setiap buahnya. Hal ini yang menjadikan ia begitu nikmat dan segar saat disantap. Banyak yang menjadikannya buah pelepas dahaga oleh karena efeknya yang memang membuat tubuh lebih fresh. Selain kandungan air yang melimpah, buah dengan warna cerah yang satu ini juga mengandung sejumlah senyawa. Hal ini kemudian menjadikan manfaat jambu air menjadi beragam bagi kesehatan pun kecantikan. Tak percaya?

Kandungan Jambu Air


Sebelum mengurai apa saja manfaat jambu air, penting untuk mengetahu apa saja senyawa yang tersembunyi di balik kesegaran buah jambu air itu sendiri. Adapun senyawa yang menjadi penyusun buah kaya air tersebut antara lain protein, karbohidrat, kalsium, Fe atau zat besi, magnesium, potassium, zinc, copper, asam sitrat, fosfor, serat, vitamin C juga vitamin A, niacin, riboflavin, thiamin dan masih banyak lagi lainnya. Beragam kandungan jambu air ini yang membuat manfaatnya cukup kompleks juga bagi tubuh manusia.

Membedah Manfaat Jambu Air

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa manfaat jambu air bagi manusia cukup kompleks. Di antaranya sebagai pemasok vitamin A. Jambu air memang kaya akan vitamin A. Dengan fakta ini, tidak mengehrankan jika banyak yang mengatakan bahwa jambu air bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil yang pada masa kehamilan memang membutuhkan bantuan pasokan vitamin A yang jauh lebih banyak dibanding saat ia dalam kondisi tidak hamil.

Manfaat lain jambu air adalah sebagai pemasuk vitamin C bagi tubuh. Vitamin C sudah lama diketahui sebagai salah satu komponen yang menjaga kesehatan kulit, meningkatkan anti-body sehingga tubuh lebih kebal terhadap serangan penyakit dan membuat organ tubuh lebih fresh. Dengan demikian, mengkonsumsi jambu air secara teratur akan membuat Anda mendapatkan semua efek terbaik si Vitamin C ini. Selain membuat kulit lebih cantik, kandungan di dalam buah jambu air juga kabarnya bisa meredakan efek samping dari stress seperti keriput di bawah mata dan lain-lainnya.

Kandungan air berlebih dan juga serat di dalam jambu air membuat ia juga sangat baik dalam melancarkan sistem pencernaan dan menjaganya agar tetap sehat. Manfaat jambu air lainnya adalah sebagai komponen diuretic atau merangsang pembuangan air seni atau melancarkan buang air seni. Hal ini tentu baik bagi kandung kemih Anda. Bagi sebagian orang, jambu air juga sangat bermanfaat dalam meredakan bengkak pada kulit kaki maupun tangan. Caranya cukup mudah dengan melumatkan daging buah jambu air dan diaplikasikan pada bengkak. Efek dinginnya membuat kulit lebih rileks dan pulih lebih cepat.

manfaat jamblang

“Sok Neng.. Buah jamblang...” Bapak penjual buah menawarkan buah yang dijajakannya dengan ramah. Setelah mendengar tawarannya, akhirnya pertanyaan besar tentang nama buah itu terjawab. Tanpa harus bertanya kepada sang penjual, saya pun mengetahui jika buah itu bernama buah jamblang.

Berniatkan untuk mengetahui rasa buah tersebut, saya pun memutuskan untuk membelinya. “Sabaraha, Pa?” “Kantong alit sarebu, nu kantong sedeng mah dua rebu”. Mendengar kata “seribu”, sontak saya tak banyak berpikir apapun kecuali menyodorkan selembar uang seribu kepada penjual buah tersebut.

Sebelum kantong plastik kecil berisi buah itu diberikan kepada saya, bapak penjual buah memasukkan gula pasir ke dalamnya, hingga akhirnya buah-buah jamblang di dalam plastik kecil itu pun bertaburkan kristal-kristal gula pasir. Lidah saya pun rasanya sudah tidak sabar untuk mencicipi buah jamblang yang terlihat sangat menggiurkan.
Ternyata rasanya unik! Saat pertama kali saya menggigitnya, tekstur buah itu empuk dan sedikit renyah, serta rasanya cukup manis. Rasa manis itu saya pastikan sebagian besar berasal dari butir-butir gula pasir yang menempel pada permukaan luar buah. Setelah saya menguyah buah tersebut, rasa asam mulai terasa hingga akhirnya kunyahan buah jamblang terakhir menyisakan rasa sepat di lidah saya. Merupakah suatu pengalaman menarik memakan buah jamblang, karena baru pertama kali dalam hidup saya. 


Mengenal jamblang

Sekarang, mari kita berkenalan dengan buah jamblang. Berdasarkan beberapa literatur serta informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber, buah Jamblang atau disebut juga buah duwet memiliki nama ilmiah Syzigium cumini.

Buah ini berasal dari kawasan India Timur dan tumbuh dengan baik di wilayah tropis. Oleh karena itu, jamblang termasuk ke dalam buah-buahan tropis.

Struktur buahnya hampir serupa dengan jambu air. Oleh karena itu, buah jamblang termasuk ke dalam suku Myrtaceae (jambu-jambuan). Di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang dikenal dengan nama yang berbeda-beda antara lain, jambu kling (Gayo), jambe kleng (Aceh), jambu kalang (Minang kabau), jamblang (Betawi dan Sunda), juwet, duwet, duwet manting (Jawa), dhalas (Madura), juwet (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima), jambulan (Flores), raporapo jawa (Makasar), alicopeng (Bugis), dan jambula (Ternate).

Jamblang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl. Tinggi pohonnya bisa mencapai 10 – 20 m. Pohon jamblang berbatang tebal, tumbuh membengkok, dan bercabang banyak. Bagian daunnya berwarna hijau, tebal, lebar, dan memiliki pertulangan menyirip.

Bagian bunga jamblang tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan. Kelopaknya berwarna hijau muda dan berbentuk lonceng. Mahkota bunganya berbentuk bulat telur, serta memiliki benang sari berwarna putih yang berbau harum.

Bagian buah jamblang berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 2-3 cm. Buahnya berwarna hijau ketika masih muda, dan berwarna ungu kehitaman ketika telah matang. Daging buahnya berwarna putih. Rasa buahnya manis, masam, dan sepat. Buah jamblang juga memiliki biji berwarna putih berbentuk seperti kapsul.


Aneka manfaat jamblang

Saat ini di Indonesia, jamblang tergolong ke dalam tumbuhan langka. Kurangnya pembudidayaan tumbuhan tersebut, merupakan salah satu faktor utama terkait dengan kelangkaannya.

Padahal, jamblang memiliki segudang manfaat. Hampir seluruh bagian tumbuhan tersebut telah diketahui kegunaannya. Berdasarkan beberapa penelitian, berikut ini manfaat jamblang:

- Bagian kulit kayu bermanfaat untuk mengobati diabetes;

- Bagian daunnya memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai antioksidan, anti virus, anti inflamasi (penghilang radang), dan berperan dalam menurunkan kadar gula dalam darah (anti diabetes), mengobati konstipasi, dan menghilangkan alergi;

- Bagian buahnya kaya akan kandungan antosianin yang berperan penting sebagai antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas.

- Buah jamblang berpotensi sebagai anti kanker;

- Zat antosianin yang memberikan warna ungu pada kulit buah jamblang, juga merupakan sumber pewarna alami yang sangat potensial digunakan dalam industri pembuatan makanan;

- Selain antosianin, buah jamblang mengandung zat-zat antara lain Vitamin C, Vitamin A, Riboflavin, kolin, asam folat, asam amino;

- Buah jamblang juga mengandung aneka zat mineral, antara lain natrium, kalium, kalsium, posfor, zat besi, seng, dan mangan;

- Manfaat buah jamblang lainnya, yaitu sebagai penurun kolesterol dan anti diabetes.

Dengan demikian, predikat tanaman obat dapat disematkan pada jamblang. Selain sebagai tanaman obat, kayu pohon jamblang tergolong ke dalam jenis kayu yang istimewa karena sangat kuat dan tahan dari kerusakan yang diakibatkan oleh air dan rayap.

Salah satu negara yang telah memanfaatkan jamblang secara optimal yaitu India. Di India, jamblang dibudidayakan dengan baik karena merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Buah jamblang digunakan sebagai bahan baku selai, jeli, es krim, dan cuka. Bagian kayunya digunakan untuk membuat arang, jembatan, perahu, dayung, tiang, alat pertanian, gerobak, bantalan rel kereta api, dan bagian bawah gerbong kereta api. Bagian kulit kayunya mengandung zat tanin yang digunakan untuk meyamak kulit dan membuat jala ikan.

Bagian daun jamblang dijadikan pakan ternak dan makanan bagi ulat sutra tasar. Selain itu, bagian daunnya dijadikan sebagai penghasil minyak atsiri yang digunakan sebagai bahan pewangi dalam industri pembuatan sabun dan parfum.

Sementara itu, bagian bunganya kaya akan nektar dan berguna untuk memelihara lebah sehingga dapat menghasilkan madu berkualitas tinggi. Oleh karena itu, pembudidayaan jamblang sebenarnya sangat penting untuk dilakukan.